
Penulis: Amirul Hasan - Okezone
JAKARTA, Okezone.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak mampu menjaga stabilitas politik di pemerintahan. Hal ini terlihat ketika banyak orang yang berada di lingkaran pemerintahan tiba-tiba berpindah haluan.
Demikian disampaikan Presiden Lembaga Riset Informasi (LRI) Johan Silalahi ketika memberikan keterangan pers di salah satu rumah makan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
"Selama lima tahun menjabat, SBY tak mampu menjaga stabilitas politik. Lihat saja SDA (Suryadharma Ali), yang notabene adalah menterinya, justru berani mendukung Gerindra," ujar Johan, Sabtu (9/5/2009).
Hal yang sama juga dialami wakil presiden yang selama ini mendampinginya, Jusuf Kalla. Dalam ramah tamah di Makassar beberapa waktu lalu, JK secara terang-terangan mengatakan dirinya ditolak oleh SBY, ketika mengajukan kembali sebagai cawapres di Pilpres Juli mendatang.
Ketidakmampuan SBY menjaga stabilitas politik ini, menurut Johan, membuat suasana menjelang pemilihan presiden menjadi sangat dinamis. Johan menambahkan, meski SBY diprediksi memiliki peluang paling besar maju ke putaran dua-jika ada tiga pasangan calon-pemenang yang akan keluar masih sulit diprediksi.
"Karena sangat cair, kita tidak bisa memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang dalam putaran kedua," tambah Johan.
Dari survei yang dilakukan LRI di 99 kabupaten/kota seluruh Indonesia, JK-Wiranto ternyata mampu meraih 27,6 persen mengungguli pasangan Mega-Prabowo yang mendapatkan 19,1 persen. SBY diprediksi masih memimpin dengan perolehan 36,2 persen suara.
"Ini masih menuju Pilpres yang kampanyenya belum dimulai, nah kalau sudah menjelang Pilpres masih sangat mungkin berubah lagi," pungkas Johan. (ded)
Senin, 11 Mei 2009
SBY Dianggap Tak Mampu Jaga Stabilitas Politik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar